PKKMB DAY 2
Pemateri 1 : Bpk. Ainun Najib
Dengan Tema : Perguruan Tinggi Di Era Digital dan Revolusi Industri
Mengapa kampus NU harus memimpin?
- KEMASLAHATAN, teknologi untuk martabat manusia.
- PENGARAH ARUS, mengawal etika, akses dan dampak sosial.
- KOMPAS NU, teknologi menguatkan akhlak, pelayanan, dan keadilan.
Pergeseran Keterampilan :
- Dulu : hafalan
- Sekarang : memformulasikan masalah, bereksperimen cepat, berkolaborasi manusia-AI
- Kreativitas : AI tidak bisa menciptakan ide-ide baru yang sebelumnya tidak ada.
- Rasa Kemanusiaan : ini tidak bisa dilakukan oleh AI, dia hanya meniru kata-kata yang pernah dia tangkap bukan benar-benar memiliki empati untuk dijadikan teman curhat.
- Adab, akhlak digital dalam bertanya dan berpikir.
- Akses, teknologi harus memudahkan, bukan menyingkirkan.
- Amanah Data, jaga data pribadi, minimalkan PII.
- Akurasi, verifikasi sumber, terutama dunia kesehatan.
- Akuntabilitas, catat dimana AI membanru dan batasnya.
Tujuan penerapan K3L
- Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
- Melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan.
- Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
- Mendukung pencapaian Sustaunable Development Goals [SDGs]
- Menjadi pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
- Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan.
- Kepatuhan regulasi: UU K3, UU Lingkungan, dan PP No. 50/2012 tentang SMK3.
- Inovasi teknologi hijau dan ramah lingkungan.
- Penguatan budaya keselamatan dan keberlanjutan.
- Partisipasi semua pihak: pemerintah, perusahaan, pekerja, masyarakat.
- Pendidikan dan Pelatihan: meningkatkan literasi K3L sejak dini [sekolah, perguruan tinggi, industri].
- Penguatan Regulasi: penegakan hukum yang konsisten terhadap pelanggaran K3 dan lingkungan.
- Green Industry: penerapan produksi bersih, energi terbarukan, circular economy.
- Digitalisasi K3L: pemanfaatan loT, AI, dan big data untuk monitoring keselamatandan lingkungan.
- Budaya Keselamatan Nasional: menjadikan K3L sebagai bagian dari jati diri bangsa.
- DEFINISI;
- CONTOH;
- FISIKA : kebisingan, radiasi, getaran, suhu ekstrem.
- KIMIA : paparan bahan beracun atau korosif.
- BIOLOGI : bakteri, virus, jamur, parasit.
- MEKANIK : alat tajam, kendaraan.
- PSIKOSOSIAL : stres kerja, beban kerja berlebih, konflik interpersonal.
Bagaimana Pengendaliannya?
Lakukan prinsip 5S
- Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin.
Kenali korupsi agar dapat menghindari
- Kerugian Keuangan Negara
- Suap-menyuap
- Penggelapan Dalam Jabatan
- Pemerasan
- Perbuatan Curang
- Gratifikasi
- Kecintaan pada tanah air dan rakyat
- Kerelaan pengorbanan tenaga, harta, dan jiwa
- Kesatuan dalam keragaman berbangsa
- Saling menghargai dan solidaritas
- Kesederhanaan
- Kemandirian
- Mencontek
- Plagiat
- Titip Absen
- Terlambat
- Gratifikasi ke Dosen
- Penyalahgunaan Beasiswa
- Mark Up Anggaran
- Menggunakan fasilitas kewenangan keuangan rakyat untuk kepentingan pribadi, keluarga, kelompok parpolnya;
- Asumsi bagi koruptor jabatan, kekuasaan dan keuangan negara adalah kesempatan untuk sewenang-wenang;
- Asumsi bagi rekan, saudara dan kawan yang menjabat adalah pintu untuk mendapat pengutamaan;
- Minta bantuan terdistarsi minta didahulukan, minta untuk tidak melaksanakan aturan atau bahkan dilanggar.
STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI
- Penindakan = takut korupsi
- Perbaikan Sistem = tidak bisa korupsi
- Edukasi dan Kompanye = tidak mau korupsi
- + Peran Serta Masyarakat = tidak mau korupsi
ADA 9 NILAI ANTI KORUPSI
- Jujur
- Peduli
- Mandiri
- Disiplin
- Tanggung Jawab
- Adil
- Berani
- Sederhana
- Kerja Keras
Blog Teman Saya :
.jpeg)


Komentar
Posting Komentar