PKKMB DAY 2

 


Pemateri 1 : Bpk. Ainun Najib
Dengan Tema : Perguruan Tinggi Di Era Digital dan Revolusi Industri

    Mengapa kampus NU harus memimpin?
  1. KEMASLAHATAN, teknologi untuk martabat manusia.
  2. PENGARAH ARUS, mengawal etika, akses dan dampak sosial.
  3. KOMPAS NU, teknologi menguatkan akhlak, pelayanan, dan keadilan.
Kita bukan sekedar pengguna teknologi tapi juga pengarah arus.
Pergeseran Keterampilan :
  • Dulu : hafalan
  • Sekarang : memformulasikan masalah, bereksperimen cepat, berkolaborasi manusia-AI
    AI tidak bisa menciptakan sesuatu yang baru. Secanggih-canggihnya AI, tidak akan bisa menggantikan manusia di dua bidang yaitu:
  • Kreativitas : AI tidak bisa menciptakan ide-ide baru yang sebelumnya tidak ada.
  • Rasa Kemanusiaan : ini tidak bisa dilakukan oleh AI, dia hanya meniru kata-kata yang pernah dia tangkap bukan benar-benar memiliki empati untuk dijadikan teman curhat.
PRINSIP 5A
  1. Adab, akhlak digital dalam bertanya dan berpikir.
  2. Akses, teknologi harus memudahkan, bukan menyingkirkan.
  3. Amanah Data, jaga data pribadi, minimalkan PII.
  4. Akurasi, verifikasi sumber, terutama dunia kesehatan.
  5. Akuntabilitas, catat dimana AI membanru dan batasnya.
" pakai AI itu sama dengan memilih menitipkan data ke siapa ".




Tema : Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan [K3L] di Perguruan Tinggi

  Tujuan penerapan K3L
  1. Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
  2. Melindungi lingkungan dari pencemaran  dan kerusakan.
  3. Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
  4. Mendukung pencapaian Sustaunable Development Goals [SDGs]
  5. Menjadi pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Prinsip Penerapan K3 Lingkungan
  • Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan.
  • Kepatuhan regulasi: UU K3, UU Lingkungan, dan PP No. 50/2012 tentang SMK3.
  • Inovasi teknologi hijau dan ramah lingkungan.
  • Penguatan budaya keselamatan dan keberlanjutan.
  • Partisipasi semua pihak: pemerintah, perusahaan, pekerja, masyarakat.
Strategi K3 Lingkungan Menuju Indonesia Emas
  • Pendidikan dan Pelatihan: meningkatkan literasi K3L sejak dini [sekolah, perguruan tinggi, industri].
  • Penguatan Regulasi: penegakan hukum yang konsisten terhadap pelanggaran K3 dan lingkungan.
  • Green Industry: penerapan produksi bersih, energi terbarukan, circular economy.
  • Digitalisasi K3L: pemanfaatan loT, AI, dan big data untuk monitoring keselamatandan lingkungan.
  • Budaya Keselamatan Nasional: menjadikan K3L sebagai bagian dari jati diri bangsa.
MARI KITA KENALI POTENSI BAHAYA DAN KENDALIKAN RISIKO
  • DEFINISI;
            Segala sesuatu yang berkemungkinkan menimbulkan kerugian, cedera, penyakit, kerusakan, atau dampak negatif lainnya apabila tidak dikendalikan.
  • CONTOH;
    • FISIKA : kebisingan, radiasi, getaran, suhu ekstrem.
    • KIMIA : paparan bahan beracun atau korosif.
    • BIOLOGI : bakteri, virus, jamur, parasit.
    • MEKANIK : alat tajam, kendaraan.
    • PSIKOSOSIAL : stres kerja, beban kerja berlebih, konflik interpersonal.
KESIMPULAN: potensi bahaya bukanlah kecelakaan itu sendiri, tetapi faktor penyebab yang bisa menimbulkan kecelakaan atau kerugian bila tidak dikelola.
        Bagaimana Pengendaliannya?
Lakukan prinsip 5S 
  • Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin.








Tema : Integritas Generasi Sebagai Karakter Utama Bangsa Indonesia

        Kenali korupsi agar dapat menghindari
  1. Kerugian Keuangan Negara
  2. Suap-menyuap
  3. Penggelapan Dalam Jabatan
  4. Pemerasan
  5. Perbuatan Curang
  6. Gratifikasi
        Karakter Patriotis Bangsa
  • Kecintaan pada tanah air dan rakyat
  • Kerelaan pengorbanan tenaga, harta, dan jiwa
  • Kesatuan dalam keragaman berbangsa
  • Saling menghargai dan solidaritas
  • Kesederhanaan
  • Kemandirian
        KORUPSI VERSI MAHASISWA
  • Mencontek
  • Plagiat
  • Titip Absen
  • Terlambat
  • Gratifikasi ke Dosen
  • Penyalahgunaan Beasiswa
  • Mark Up Anggaran
    KORUPSI?
- Menggunakan fasilitas kewenangan keuangan rakyat untuk kepentingan pribadi, keluarga, kelompok parpolnya;
- Asumsi bagi koruptor jabatan, kekuasaan dan keuangan negara adalah kesempatan untuk sewenang-wenang;
- Asumsi bagi rekan, saudara dan kawan yang menjabat adalah pintu untuk mendapat pengutamaan;
- Minta bantuan terdistarsi minta didahulukan, minta untuk tidak melaksanakan aturan atau bahkan dilanggar.

    STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI
- Penindakan = takut korupsi
- Perbaikan Sistem = tidak bisa korupsi
- Edukasi dan Kompanye = tidak mau korupsi
- + Peran Serta Masyarakat = tidak mau korupsi

ADA 9 NILAI ANTI KORUPSI
  1. Jujur
  2. Peduli
  3. Mandiri
  4. Disiplin
  5. Tanggung Jawab 
  6. Adil
  7. Berani
  8. Sederhana
  9. Kerja Keras



Blog Teman Saya :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FK Unusa Siapkan Pembukaan PPDS

PKKMB UNUSA Day 1